Tempat Wisata Klithikan
Tempat wisata di Solo yang akan diulas kali ini adalah Pasar Klithikan Notoharjo. Kenapa disebut Klithikan?
Klithikan sendiri mempunyai arti bekas dalam bahasa jawa, jadi pasar ini
merupakan pasar khusus surganya barang bekas. Nama sebenarnya pasar ini adalah
Pasar Notoharjo, karena banyak pedagang yang membuka lapak barang bekas inilah
yang kemudian membuat pasar ini beralih nama menjadi Pasar Klithikan. Bertempat
di Kecamatan Semanggi Kelurahan Pasar Kliwon Notoharjo Solo tak pernah seharipun sepi pengunjung.
Pengunjungnya pun bervariasi mulai dari dalam dan luar daerah Solo. Memang
sudah menjadi perbincangan umum masyarakat Solo kalau pasar ini merupakan pasar
barang bekas terbesar se-Karisedenan Solo.
Pernah tersirat isu bahwa pasar ini adalah alihan dari
“pasar maling”-nya kota Solo. Tapi usut punya usut, pasar ini bukan menjual
barang hasil curian melainkan asli barang bekas pakai atau second. Ada juga
barang baru alias belum pernah pakai keluaran pabrik asli tetapi hasil cuci
gudang pabrik. Dijamin 100% halal. Penjaminan ini jelas tak sembarangan, karena
terlihat sering datang barang, yakni baju bekas, datang langsung dari pengepul
impor baju bekas dalam bentuk bal atau karung. Biasanya baju perbal ini dijual
bervariasi mulai dari 1,5 juta sampai 2 jutaan, tergantung dari jenis baju dan
kualitasnya. Baju bekas ini merupakan imporan dari Korea, Jepang, China dan India,
tukas seorang penjual asli klithikan.
Barang-barang lain seperti sparepart
motor, barang elektronik, handphone serta aksesorisnya sampai helm diakui oleh
penjual mereka ambil dari orang lain yang menjualnya pada mereka. Tak jarang
ibu-ibu, bapak-bapak sampai kalangan mahasiswapun sering nongkrong ke tempatwisata di Solo yang satu ini.
Selain banyak barang bekas yang masih layak pakai, ada juga barang yang masih
bagus dan bermerk tetapi dapat dibeli dengan harga miring jika dibandingkan
dengan di pasar atau toko pada umumnya asal pandai-pandai memilih dan menawar.
Pasar Klithikan Notoharjo merupakan tempat wisata di solo hasil dari usulan cerdik Joko Widodo atau sering
kita sebut Jokowi, pada masa jabatannya. Sekitar tahun 2010 Jokowi mempunyai
ide ini dengan menertibkan para pedagang-pedagang yang membuka lapak keleleran di jalan dan mengumpulkan
mereka menjadi satu tempat di sekitaran Semanggi. Usulan ini memang mendapat
kritik dari pedagang klithikan, namun sekarang mereka malah betah karena
pengunjung lebih mudah menemukan para pembuka lapak barang bekas ini. Dengan
penataan yang sangat rapih, pengunjung dapat merasakan membeli barang bekas
seperti shopping di supermarket.
